PEKANBARU - Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mencapai 196 titik pada Senin (2/11/2026) sore.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau mencatat enam hotspot, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kota Dumai.
Data Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, menunjukkan bahwa enam titik panas di Riau tersebar di tiga wilayah, yakni Dumai sebanyak enam titik, Kabupaten Inhu tiga titik, Bengkalis dua titik.
Kemudian, di Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuansing, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rohil masing-maisng satu titik panas.
"Temuan tersebut menempatkan Dumai sebagai daerah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau pada pemantauan sore tersebut," tuturnya.
Sementara itu, sebaran hotspot di wilayah Sumatera didominasi Provinsi Jambi dengan 72 titik dan Sumsel sebanyak 70 titik.
Babel menyusul dengan 46 titik, sedangkan Lampung mencatat dua titik.
Besarnya konsentrasi hotspot di Jambi dan Sumsel menunjukkan bahwa aktivitas titik panas masih terkumpul di sejumlah wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan.
Meski jumlah hotspot di Riau relatif lebih rendah dibandingkan provinsi lain, keberadaan titik panas di Dumai, Pelalawan, dan Siak tetap perlu menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah titik panas tersebut berkembang menjadi kebakaran lahan atau hanya indikasi anomali suhu permukaan.


![[DEMO] Simulasi Gerakan Menanam Pohon](https://bmsatu.com/foto_berita/demo-berita-037.jpg)
![[DEMO] Contoh Pelatihan Pemilahan Sampah Rumah Tangga](https://bmsatu.com/foto_berita/demo-berita-038.jpg)
![[DEMO] Ilustrasi Aksi Bersih Sungai](https://bmsatu.com/foto_berita/demo-berita-039.jpg)